Kapan Janin Mulai Bergerak Didalam Kandungan

2075 views

Kapan Janin Mulai Bergerak Didalam KandunganMengenal Kondisi Janin dari Gerakannnya di Dalam Kandungan

Pertanyaan kapan janin mulai bergerak di dalam kandungan pasti akan meluncur dari mulut ibu yang sedang mengandung. Sebab, gerakan sang jabang bayi merupakan salah satu tanda kalau ia hidup dalam rahim. Di bawah ini, ada informasi lengkap mengenai gerakan janin di dalam kandungan dan hal apa saja yang dapat dilakukan para ibu hamil dalam menanggapi aktivitas tersebut.

Kapan Janin Mulai Menunjukkan Gerakan?

Sebagian besar janin akan menunjukkan gerakan saat kandungan memasuki minggu ke-6. Namun, ibu biasanya belum bisa merasakannya, karena usia sang jabang bayi masih terbilang sangat muda. Pada minggu tersebut, biasanya detak jantung sudah dapat dideteksi melalui bantuan sinar ultrasonografi atau USG. Sebagian wanita hamil malah bisa merasakan gerakan pertama tersebut seperti kupu-kupu yang terbang di dalam perutnya. Sayangnya, kedutan samar tersebut sulit dipastikan sebagai gerakan dari sang jabang bayi, karena usia kandungan masih muda.

Namun, ada juga ibu yang baru merasakan gerakan tersebut saat usia kehamilan memasuki minggu ke-12 hingga ke-20. Ibu tidak perlu mencemaskan hal tersebut, sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah berat badan ibu. Untuk ibu dengan tubuh kurus biasanya akan lebih cepat merasakan gerakan tersebut. Sedangkan ibu dengan tubuh yang lebih berisi akan lebih lambat dalam merasakan gerakan tadi, karena lapisan lemak perut meredam kedutan dari sang jabang bayi.

Ketika Janin Bergerak Lebih Aktif

Sebagian besar ibu akan merasakan gerakan sang jabang bayi saat kandungan masuk bulan ke-5. Mulanya, para ibu mungkin merasa senang sekaligus khawatir. Namun, setelah merasa terbiasa, tak jarang mereka merasakan janin bergerak semakin aktif. Hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh kegiatan dari sang ibu sendiri.

Misalnya, janin akan merespons ibunya yang sangat aktif dengan frekuensi gerakan yang cukup sering sebagai tanda untuk istirahat. Gerakannya akan ikut tenang jika sang ibu beristirahat. Kemudian, jika ibu tertekan atau gelisah, sang jabang bayi pun akan ikut merakan emosi tersebut dan menunjukkannya dengan gerakan cepat. Maka, ada baiknya para ibu untuk belajar mengontrol emosi sepanjang masa kehamilan.

Namun, jika sang jabang bayi terbilang pasif dalam bergerak, ada kemungkinan ia kekurangan oksigen. Untuk mengatasinya, ibu bisa melakukan rangsangan dari gerakan maupun getaran. Ajak sag jabang bayi mengobrol atau menggoyangkan kandungan sampai ada respons. Jika hasilnya nihil, sebaiknya cepat berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Memantau Gerakan Janin

Ibu hamil perlu memantau gerakan sang jabang bayi sejak kedutan pertama terasa. Jika ibu mengalami kejanggalan pada gerakan, ibu dapat langsung berkonsultasi pada dokter. Maka, mengetahui kapan janin mulai bergerak di dalam kandungan bisa dijadikan pemantau kondisi janin tersebut.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail