Janin Terlilit Tali Pusar Bahayakah ?

593 views

Resiko Janin Yang Terlilit Tali Pusar

Janin terlilit tali pusar bahayakah ? Mungkin Anda dan sebagian besar ibu hamil akan bertanya-tanya seperti itu. Terlebih lagi kasus janin yang terlilit tali pusar ini sudah sering terjadi dan memberikan efek traumatis dengan kisah janin yang berakhir dengan kematian. Pergerakan janin dalam rahim yang disekelilingnya terdapat plasenta atau tali pusar tersebut akan mengakibatkan tanpa sengaja si janin terlilit tali pusarnya sendiri. Jika hal ini terjadi pada usia kandungan yang masih muda hingga usia 34 minggu masih tidak mengapa karena masih ada waktu untuk si janin bergerak lagi dan kemungkinan lepas dari lilitan.

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui tentang lilitan tali pusar seperti berikut ini :

  1. Kesehatan sang ibu yang bagus juga akan mempengaruhi tali pusar sehingga menjadi lebih lentur, kuat dan tahan lama, sehingga jika terjadi lilitan tidak akan mudah putus
  2. Tali pusar dilindungi oleh semacam gelatin yang disebut Wharton Jelly. Zat ini akan melindungi arteri tali pusar sehingga meskipun melilit tubuh atau leher bayi, tali pusar tetap bisa bekerja maksimal menyuplai makanan dan oksigen pada janin
  3. Janin masih belum bernapas dengan hidung atau paru-paru, asupan oksigen didapatkannya dari suplai tali pusar. Jadi meskipun tali pusar melilit leher atau tubuhnya janin akan tetap sehat-sehat saja, selama tidak ada tekanan pada tali pusar
  4. Pentingnya kesehatan bagi ibu hamil adalah salah satunya dengan terbentuknya Wharton Jelly yang kuat dan lentur. Sehingga meskipun terlilit namun lilitan tali pusar ini tidak mengetat
  5. Jika ternyata lilitan tersebut cukup ketat, biasanya dokter akan mengarahkan posisi bayi melengkung ke atas agar mendekat ke tubuh ibunya. Hal itu supaya tali pusar tidak putus karena terlalu ketat atau tegang
  6. Jika terjadi lilitan tali pusar, dokter akan memutuskan untuk memotong tali pusar tersebut atau tidak ketika dalam proses persalinan, tergantung situasi. Karena memotong tali pusar ketika bayi belum sepenuhnya keluar bisa beresiko memotong asupan oksigen dan malah mempersulit proses persalinan
  7. Panjang tali pusar setiap kehamilan berbeda dan hal itu dipengaruhi oleh aktivitas janin. Janin yang senang bergerak memiliki tali pusar yang panjang, begitu pula sebaliknya

Pada kebanyakan kasus terlilit tali pusar tidak akan menimbulkan masalah besar jika ditangani dengan tepat. Terlebih jika tali pusarnya ternyata cukup panjang dan lentur sehingga bisa saja dilepaskan ketika dalam proses persalinan normal. Namun ada beberapa kondisi dimana lilitan tali pusar cukup berbahaya yaitu :

  1. Jika tali pusar memuntir ke satu arah secara berulang kali. Hal ini bisa membuat aliran darah ke janin akan terhambat dan membahayakan kondisi janin. Karena darah tersebut membawa suplai nutrisi dan oksigen bagi janin. Kasus ini biasa terjadi pada usia kehamilan trimester pertama dan janin masih bebas bergerak
  2. Jika lilitan tali pusar membentuk simpul mati. Hal ini juga menyebabkan suplai nutrisi dan oksigen terhambat total ke janin. Janin yang mengalami kasus seperti ini dipastikan untuk melakukan operasi caesar agar kontraksi rahim tidak memberikan tekanan pada tali pusar yang membahayakan

Jadi, bayi yang terlilit tali pusar sudah sangat umum terjadi dengan berbagai situasi dan kondisi kehamilan. Dengan penjelasan diatas tentu bisa memberikan kesimpulan dan menjawab pertanyaan Anda tentang janin terlilit tali pusar bahayakah ?

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a reply "Janin Terlilit Tali Pusar Bahayakah ?"

Author: 
    author