Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Dan Penanganannya

1845 views

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir dan Penanganannya

Mengenali tanda bahaya bayi baru lahir dan penanganannya penting bagi orang tua yang baru memiliki bayi. Tidak jarang orang tua ingin melindunginya dari segala sesuatu yang membahayakan bayi. Ini bukanlah hal yang berlebihan, karena bayi yang baru lahir masih dalam kondisi rentan. Menurut teori kematian pada bayi terjadi pada masa neonatal (0-28 hari). Bahkan, kematian terjadi pada minggu pertama kehidupannya. Jadi wajar saja jika orang tua memberikan perhatian ekstra pada kesehatan bayi baru lahir. Berikut adalah tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai di masa neonatal.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Ibu harus waspada jika bayi ibu tidak mau menyusu di awal kelahirannya. ASI adalah makanan pokok bayi, maka jika bayi tidak mau menyusu bisa dipastikan ia akan kekurangan nutrisi. Bayi yang kekurangan nutrisi kekebalan tubuhnya akan berkurang. Selain itu bayi yang tidak mau menyusu biasanya dalam kondisi lemah, bahkan mengalami dehidrasi berat. Jadi harus segera ditangani dengan membawanya ke dokter.

Kejang

Bayi kadang mengalami kejang, namun banyak faktor yang menyebabkan kejang. Jadi ibu harus memperhatikan apa yang menjadi pemicu kejang bayi. Seringkali kejang terjadi karena demam tinggi. Untuk ibu harus selalu menyediakan obat penurun panas yang disarankan dokter. Perhatikan pula dosis yang diberikan untuk bayi baru lahir. Apabila bayi kejang tanpa demam, kemungkinan ada penyebab lain. Sebaiknya segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter untuk mendapat penanganan segera.

Lemah

Jika bayi ibu terlihat lemah dan lemas, ibu perlu mencurigainya. Bisa jadi gejala ini karena bayi mengalami dehidrasi akibat diare atau muntah yang berlebihan. Kemungkinan lain adalah bayi terkena infeksi berat. Kondisi seperti ini juga membutuhkan penanganan dokter.

Sesak Nafas

Frekuensi nafas bayi memang lebih cepat dari orang dewasa, yaitu sekitar 30-60 kali per menit. Apabila bayi bernafas kurang dari 30 kali atau pun lebih dari 60 kali per menit, ibu perlu waspada. Perhatikan dinding dadanya, apakah ada tarikan atau tidak. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan lebih lama karena dapat berakibat fatal. Sebagian besar kasus kematian mendadak pada bayi disebabkan nafas yang tiba-tiba berhenti.

Pusar Kemerahan

Merawat tali pusar bayi memang tidak mudah, meskipun tali pusar ini dapat terlepas sendiri. Namun, kadang terjadi tali pusar berwarna kemarahan. Ibu harus berhati-hati, karena tali pusar berwarna merah menandakan terjadi infeksi.

Saat merawat tali pusar bayi baru lahir ibu harus menjaga pusar tetap kering dan bersih. Cukup gunakan air hangat dan lap dengan kain bersih untuk membersihkannya. Ibu bisa memberikan Betadine atau alkohol tapi hanya untuk dikompreskan. Maksudnya hanya boleh ditempelkan ketika pusar sudah kering dan ditutup dengan kain kassa yang dapat dibeli di apotek.

Itulah tanda bahaya bayi baru lahir dan penanganannya. Yang terpenting adalah ibu harus selalu perhatian terhadap perubahan kondisi bayi yang tidak biasa.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a reply "Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Dan Penanganannya"

Author: 
    author