Perlukah Imunisasi pada Bayi Baru Lahir?

662 views

Imunisasi pada bayi baru lahir perlu dilakukan untuk mencegah bayi terjangkit penyakit yang serius. Memang sampai hari ini masih terjadi pro kontra mengenai pemberian imunisasi pada bayi. Pemerintah lebih mendukung pemberian imunisasi untuk bayi, paling tidak ada 5 imunisasi dasar yang wajib diberikan untuk bayi. Berikut imunisasi wajib yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia dan didukung oleh pemerintah.

Hepatitis B

Vaksin ini diberikan untuk melindungi bayi dari virus Hepatitis B yang menyebabkan kerusakan pada hati. Imunisasi Hepatitis B diberikan 3 kali, yaitu ketika bayi berusia 12 jam, 1 bulan, dan 6 bulan. Yang perlu diperhatikan adalah jarak pemberian vaksin yang pertama dan kedua kurang lebih 4 minggu.

BCG (Basille Calmette-Guerin)

Manfaat pemberian vaksin BCG adalah untuk mencegah penyakit Tuberculosis atau TB. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paru-paru, tapi untuk beberapa kasus penyakit ini menyerang organ lain dalam tubuh. Penularan penyakit ini terjadi dari orang ke orang dan mudah menyebar.

Imunisasi ini diberikan sejak bayi baru lahir. Jika ibu ketinggalan memberikan imunisasi hingga usia bayi 3 bulan, maka perlu dilakukan uji tuberkolin terlebih dahulu. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah dalam tubuh si kecil sudah ada bakteri penyebab TB atau tidak. Apabila hasil tes menunjukkan hasil negatif, vaksin BCG baru dapat diberikan.

Polio

Bayi diimunisasi polio agar tidak terserang virus polio yang menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini juga umum dialami masyarakat Indonesia. Itu sebabnya bayi wajib mendapat imunisasi untuk mengurangi resiko kelumpuhan.

Vaksin polio diberikan pada kunjungan pertama bayi ke puskesmas atau klinik setelah lahir. Pemberian imunisasi polio selanjutnya diulangi hingga tiga kali, yaitu ketika bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Imunisasi ini juga akan diulangi (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

DPT (Diphteria, Tetanus, Pertussis)

Kegunaan imunisasi ini adalah untuk mencegah tiga macam penyakit, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis. Difteri adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan bakteri. Tetanus juga merupakan infeksi yang diakibatkan  bakteri pada luka. Sedangkan pertusis ialah batuk rejan, yaitu batuk yang berlangsung dalam waktu lama.

Pemberian imunisasi ini dilakukan setelah bayi berumur lebih dari 6 minggu. Selanjutnya, vaksin akan diberikan saat bayi berusia 4 dan 6 bulan. Suntik DPT ini akan diberikan lagi ketika usia 18 bulan dan 5 tahun. Terakhir imunisasi akan diberikan lagi ketika usia 12 tahun di sekolah.

Campak

Vaksin ini diberikan untuk mencegah anak terkena virus campak. Imunisasi ini diberikan pertama kali ketika bayi berusia 9 bulan. Kemudian, suntikan akan diberikan ketika anak berusia 6 tahun, pada SD kelas 1 di sekolah. Apabila ketika bayi anak belum menerima vaksin campak, maka anak bisa diberikan vaksin kombinasi gondongan dan campak Jerman (MMR) di usia 15 bulan.

Itulah imunisasi pada bayi baru lahir. Terlepas dari pro dan kontra imunisasi bayi, sebaiknya orang tua dapat melakukan pencegahan sedini mungkin penyakit yang mungkin menjangkiti anak.

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a reply "Perlukah Imunisasi pada Bayi Baru Lahir?"

Author: 
    author