3 Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Dan Penanganannya

329 views

Pengalaman baru menjadi ibu, seringkali melewatkan tanda bahaya bayi baru lahir dan penanganannya. Sehingga keluhan yang awalnya ringan menjadi lebih berat dan lebih sulit untuk ditangani. Hal ini tentu saja merugikan bayi. Terutama bila mengingat bayi belum bisa bicara sehingga keluhan sakit seringkali terlewatkan. Untuk memastikan hal ini tidak terjadi pada buah hati Anda, kenali tanda-tanda bahaya pada bayi berikut ini. Dengan mengenali beberapa tanda bahaya ini, peluang keluhan menjadi semakin parah dapat dicegah.

Bayi tidak mau menyusui

Air susu ibu atau ASI adalah makanan utama bayi yang baru lahir. Sehingga sesaat setelah proses kelahiran terjadi, bayi secara naluri akan mencari air susunya. Sebagai makanan utama, ASI harus selalu diberikan ibu kepada bayi. Pada bayi normal, menyusu akan rutin dilakukan minimal 2 jam sekali. Namun jika kelainan terjadi, bayi akan mengurangi isapan ASI. Pada akhirnya bayi akan menolak minum ASI dari ibunya.
Lemahnya daya isap bayi terhadap ASI hingga menolak untuk menghisap ASI disebabkan banyak hal. Bisa jadi produksi ASI ibu sangat sedikit. Jika hal ini terjadi, Anda harus memastikan produksi ASI selalu berjalan lancar sehingga jumlah ASI melimpah. Namun saat produksi ASI Anda melimpah sementara bayi tidak mau menyusu, bisa jadi merupakan tanda-tanda kelelahan pada bayi. Kelelahan ini bisa berakhir pada gejala penyakit jantung bawaan jika diikuti dengan tanda-tanda gangguan jantung. Sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh pada kesehatan bayi Anda.

Kejang pada bayi

Keluhan yang sering terjadi pada bayi adalah kejang. Biasanya kejang pada bayi banyak terjadi karena keluhan demam yang menyertainya. Kenali penyebab kejang sehingga Anda dapat mencari solusinya. Karena kejang yang disebabkan oleh demam jauh berbeda dengan kejang yang disebabkan faktor lainnya. Jangan lupa untuk mencatat frekuensi kejang sehingga Anda bisa memutuskan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter atau tidak.
Kejang pada bayi yang disebabkan oleh demam jauh lebih mudah ditangani. Untuk menghilangkan kejang ini, Anda harus menyiapkan obat penurun panas. Tujuan pemberian obat penurun panas adalah untuk menurunkan demam sehingga tidak sampai menimbulkan kejang. Hal berbeda jika kejang yang dialami bayi disebabkan hal lainnya. Jika penyebab kejang belum Anda ketahui, periksa intensitas kejang. Catat keluhan buah hati Anda dan segera konsultasikan ke dokter.

Sesak nafas

Berbeda dengan manusia dewasa, ketahanan tubuh yang dimiliki bayi masih sangat rentan. Sehingga infeksi berbagai macam bakteri hingga virus selalu mengancam. Salah satu infeksi yang sering diderita bayi adalah flu. Flu ini menyebabkan saluran pernapasan bayi terganggu. Akibatnya keluhan hidung mampat hingga sesak nafas terjadi. Jika hal ini terjadi pada buah hati Anda, cobalah untuk menggunakan uap hangat. Biarkan uap hangat ini mengenai wajah bayi hingga sesak napasnya sedikit berkurang.
Selain flu, sesak napas juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya. Salah satunya adalah gangguan saluran pernapasan seperti asma, ISPA hingga gangguan paru-paru dan jantung. Jika gejala sesak napas pada bayi semakin memburuk, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Napas yang buruk ditandai dengan frekuensi nafas kurang dari 30-60 kali permenit. Tanda bahaya bayi baru lahir dan penanganannya ini harus Anda kenali dengan baik sehingga perawatan terbaik dapat dilakukan.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a reply "3 Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Dan Penanganannya"

Author: 
    author